Tuesday, January 3, 2017

Sawah Nanga Suri

Sawah Desa Nanga Suri, Kecamatan Nangan Mahap, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, Indonesia | kaharsan.com

Sore itu, Minggu 25 Desember 2016.

Sudah lama waktu yang ku tunggu-tunggu akhirnya datang. Waktu yang mungkin juga dinantikan semua orang kurasa. Yap!! hari itu adalah Hari Natal dan menyambut Tahun Baru 2017.

Pagi ini sangat cerah, seolah-olah ikut bergembira bersama hatiku yang sudah lama tak balik ke kampung halaman.

Kampung halamanku di Nanga Mahap, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, Indonesia. Kampung yang begitu indah menurutku dengan jarak tempuh yang begitu jauh hampir memakan waktu 8 jam perlanan. Jika hujan akan menjadi 10 jam perjalanan menggunakan motor. Ditambah lagi jalan yang indah dengan kondisi jalan aspal diimbangi dengan batu dan ditambah sedikit tanah yang becek karena masih dalam renovasi.

Jam sudah menunjukkan pukul 06.00 WIB. Artinya aku harus mengemaskan pakaianku ke dalam tas. Tidak lama ku kemaskan pakaian, hanya membutuhkan waktu sekitar 1 jam 30 menit. Kuulang dalam hati barang-barang yang ingin ku bawa ke kampung "Pakaian udah, Celana udah, Tripod udah, Kamera udah. OKE lengkap!! Tunggu-tunggu??? sepertinya ada yang kurang, celana (sensor) belum!!"

Ketika sudah kusiapkan semua barang-barang. saatnya mandi dan bersiap untuk turun ke jalan (demo??). SKIP.....

Diperjalanan mulutku tidak berhenti komat-kamit menyanyikan lagu-lagu yang ngebass. Bukan karena suka bernyanyi, melainkan mengalihkan rasa ngantuk yang teramat sangat. Lagu yang paling kuingat waktu itu liriknya "Kalau tau sakit begini, tidak aku bermain cinta. Sepi rasa di hati ini.... Menyusung rindu... ku tak percaya.." (WHAT? ini kenapa lagunya galau banget?").

Jam sudah menunjukkan pukul 17.31 dan aku sudah berada di Nanga Suri, Kecamatan Nanga Mahap, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, Indonesia. Saat kulewati tempat ini ada suatu yang mengalihkan pandanganku. WOOWWWWWW. Sawahnya indah sekali..... Dulu saat ku pergi ke tanah rantau untuk menempuh ilmu di Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak, Sawah ini tidak ada dan hanya rumput-rumput yang bergoyang. Sekarang? Tanah yang dulu dipenuhi dengan rumput-rumput, kini menghijau dengan Ribuan bulir-bulir padi. Akupun tidak terlena dengan pemandangan yang indah ini. Dengan cepat ku ambilkan Kamera Canon EOS 600D yang diberikan hak akses oleh Bang Mentor "Faisal Cahyo Handoko". Kuarahkan ke wajahku dan SELFIE. (bohong banget). Ku langsung abadikan moment ini secepat kilat karena hujan tlah tiba (libur tlah tiba? lagu?).

Kamera Canon EOS 600D sangat cocok sekali buat sobat-sobat yang semi propesional karena fitur-fiturnya yang terbilang lengkap dan murah harganya. Kamera ini dilengkapi dengan Sensor 18 MP APS-C CMOS, artinya gambar yang dihasilkan sangat jernih dan dapat dicetak dengan ukuran yang sangat besar.

Kamera ini juga sudah terbilang sangat bagus untuk kondisi siang atau malam karena dilengkapi sensitivitas ISO 100-6400, artinya pada waktu sangat gelap sekalipun, sobat bisa mengatur cahaya dengan sangat baik tanpa menggunakan flash.

Prosesor 14-bit yang membuat gambar sangat bagus, gradasi tonal yang sangat halus dan juga minim noise saat pemotretan di malam hari.

Buat sobat-sobat yang sangat pemula, kamera ini dilengkapi dengan Mode Scene Intelligent Auto, artinya sobat tidak perlu repot-repot mengatur kamera karena dengan Mode Auto ini sobat tinggal jeprat-jepret.

Untuk sobat yang suka buat Video, tolong jangan beli kamera ini. Karena sobat bakalan ketagihan menggunakan kamera ini. Hehe.

Info lebih lengkap sobat bisa klik Canon Indonesia

Kontakku:

Instagram: @kaharsan
Facebook: kaharsan
Twitter: @kaharsan_km
Youtube: kaharsan km

Memikirkan sesuatu dengan serius dan sangat menikmati kesendirian. Yuk berteman di sosial mediaku.